10 november merupakan hari pahlawan, ..
yang selalu kita peringati bertujuan untuk mengenang jasa pahlawan kita yang berjuang mati-matian agar kita anak cucu mereka bisa merasakan yang namanya merdeka,...
tapi sayang,....
banyak diantara kita yang menganggap itu hanya ceremonial belaka,
tegak berdiri berpanas - panasan hormat bendera, dengarkan sedikit pidato lalu pulang. selesaylah sudah hari 10 november itu,......
tapi dengan menelusuri
kembali sejarah perjuangan bangsa, maka jelaslah bahwa Republik
Indonesia yang diproklamasikan oleh Sukarno-Hatta pada tgl 17 Agustus
1945 adalah hasil jerih-payah, hasil aliran air-mata dan darah, hasil
pengorbanan di penjara-penjara atau di tempat pembuangan Digul, yang
disumbangkan oleh begitu banyak orang dari berbagai golongan
masyarakat negeri ini. Dan bisalah kiranya kita artikan bahwa
pertempuran-pertempuran Surabaya (dan di tempat-tempat lainnya waktu
itu) adalah, pada hakekatnya, pembelaan hasil pejuang-pejuang
perintis kemerdekaan sebelum 1945. Singkatnya, 10 November 1945
adalah bentuk nyata tekad kolektif untuk membela Republik Indonesia
(yang waktu itu baru berumur sekitar 3 bulan. Dengan pendekatan
sejarah yang demikian itulah makin kelihatan bahwa 10 November adalah
bagian sejarah yang ada tali-temalinya - atau kepanjangan _ dengan
peristiwa-peristiwa penting sebelumnya dalam melawan kolonialisme
Belanda, antara lain: semangat pembrontakan PKI tahun 1926, pidato
_Indonesia Menggugat_ oleh Bung Karno di depan pengadilan Belanda di
Bandung (1927), pidato lahirnya Pancasila oleh Bung Karno (1 Juni
1945). Kalau sama-sama kita simak-simak kembali kedua pidato Bung
Karno itu, dan kita renungkan isinya secara dalam-dalam, maka kita
temukanlah di situ cita-cita bangsa kita untuk mencapai kemerdekan
nasional dan persatuan bangsa, demi mendirikan suatu negara bagi
rakyat kita.
Kalau dilihat dari berbagai segi, pertempuran besar-besaran dan gagah berani
yang dilancarkan oleh pemuda dari beraneka-ragam suku bangsa di Surabaya _
dengan dukungan luas dari rakyat _ sungguh merupakan peristiwa yang patut
dijadikan kenangan, pelajaran atau pendidikan. Karena itu, sudah benarlah
bahwa peristiwa itu dijadikan sebagai hari besar bangsa, yaitu Hari Pahlawan.
Bukan saja bahwa pertempuran Surabaya telah menjadi _obor_ dan sumber semangat
bagi berkobarnya banyak perlawanan di berbagai daerah lainnya, tetapi juga
merupakan peristiwa yang kemudian menarik perhatian dunia diplomatik internasional.
(Faktor internasional adalah penting waktu itu, karena republik kita yang
muda itu memerlukan juga pengakuan de jure dari dunia internasional).
Kebesaran arti pertempuran Surabaya, yang kemudian dikukuhkan sebagai Hari
Pahlawan, bukanlah hanya karena begitu banyaknya pahlawan - baik yang dikenal
maupun tidak di kenal _ yang telah mengorbankan diri demi Republik Indonesia.
Bukan pula hanya karena lamanya pertempuran secara besar-besaran dan besarnya
kekuatan lawan. Di samping itu semua, kebesaran arti pertempuran Surabaya
juga terletak pada peran dan pengaruhnya, bagi jalannya revolusi waktu itu.
Pertempuran Surabaya telah dapat memobilisasi rakyat banyak untuk ikut serta,
baik secara aktif maupun pasif, dalam perjuangan melawan musuh bersama waktu
itu, yaitu tentara Inggris yang melindungi atau _menyelundupkan_ NICA ke wilayah
Indonesia.
Pertempuran Surabaya juga telah menyebarkan, ke daerah-daerah yang paling
jauh di Indonesia, kesadaran republiken, patriotisme yang tinggi, solidaritas
seperjuangan di kalangan berbagai suku, agama, keturunan. P_ngaruhnya bagaikan
nyala api besar yang membakar semangat perlawanan sehingga muncul juga pertempuran
di banyak tempat di Indonesia. (Untuk menyebut sekedar sejumlah kecil di antaranya
: di Jakarta pada tanggal 18 November, di Semarang tgl 18 November, di Riau
tanggal 18 November, di Ambarawa tanggal 21 November, di pulau Bangka 21 November,
di Brastagi tanggal 25 November, di Bandung tanggal 6 Desember, di Medan 6
Desember, di Bogor tanggal 6 Desember).
Ciri utama berbagai perjuangan yang meletus di banyak kota dan daerah di
Indonesia adalah bahwa peristiwa-peristiwa itu mendapat dukungan besar moral
dan material dari rakyat, yang berarti juga telah menggugah rasa kebersamaan
patriotik dalam perjuangan, dan dalam skala yang luas. Dalam kaitan ini, patut
dikenang bersama betapa banyaknya dapur-dapur umum yang telah diselenggarakan
oleh rakyat di mana-mana bagi mereka yang berjuang, tanpa imbalan apa pun
juga. Juga, betapa banyaknya rombongan pemuda-pemuda yang berbondong-bondong
menuju daerah pertempuran.
Artinya, perjuangan melawan tentara Inggris (dan NICA) telah menggugah semangat
patriotisme yang lintas-suku, lintas-agama, lintas-keturunan ras, dan lintas-aliran
politik. Dengan semangat itu jugalah, rakyat Indonesia kemudian meneruskan,
antara tahun 1945 sampai 1949, perjuangan melawan Belanda, sesudah tentara
Sekutu (Inggris) meninggalkan Indonesia.
Dalam merenungkan kembali pertempuran Surabaya (dan juga pertempuran-pertempuran
lainnya yang terjadi di banyak tempat di negeri kita) maka terbayanglah betapa
indahnya suasana revolusi waktu itu, ketika patriotisme yang tinggi dan semangat
sedia berkorban demi kepentingan rakyat dan bangsa menjadi kebanggaan umum.
Suasana revolusi waktu itu telah memberikan pendidikan moral yang besar bagi
banyak orang.
Sesudah bangsa kita melewati masa gelap Orde Baru, ketika api patriotisme
sudah dibikin pudar dan semangat kerakyatan sudah dibikin semaput selama puluhan
tahun, maka patutlah kiranya kita tetap menyimpan harapan bahwa bangsa kita
akan bisa menemukan kembali arah besar yang sudah ditunjukkan oleh para pejuang
perintis kemerdekaan dan para pahlawan yang sudah mendahului kita, yaitu :
dengan jiwa Bhinneka Tunggal Ika mengabdi terus kepada kepentingan rakyat
secara tulus!
namun disayangkan lagi, banyak diantara kita bahkan tak jarang diantara pemimpin bangsa ini yang tidak hafal PANCASILA, sungguh ironis sekali bukan???
jangankan untuk menghayati arti dalam setiap bait katanya, untuk mengingatnya saja sudah tak mampu,...
untuk itu dihari yang penuh makna ini, mari kita semua dari yang paling bawah sampai yang paling atas meresapi kembali arti perjuangan pejuang-pejuang kita,
janganlah kita membuat harapan mereka sirna, jangan biarkan mereka kecewa, mari bersama dan jangan salahkan siapa,
bersama - sama kita majukan negara kita yang tercinta ini, bersama - sama kita harumkan nama negara ini, bersama - sama melangkah untuk satu tujuan,....
INDONESIA MAJU.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar