Terima Kasih Atas Kunjunganmu Kawan, Semoga Kamu mendapatkan Apa Yang Kamu Cari

Senin, 13 Februari 2012

tugas loe tugas gue juga


ANALISIS
 KEPUTUSAN INVESTASI
1.Pengertian
       Investasi adalah penanaman dana yang dilakukan pada suatu akativa dengan harapan akan memperoleh pendapatan/hasil pada masa yang akan dating.
Dilihat dari segi waktu, investasi dapat dibedakan menjadi:
1.      Investasi jangka pendek
2.      Investasi jangka menengah
3.      Investasi jangka panjang.
Jika dilihat dari jenis aktivanya, investasi dapat dibedakan menjadi:
1.      Investasi aktiva riil
2.      Investasi aktiva financial.
Keputusan investasi menyangkut besarnya dana yang digunakan, jenis inestasi yang akan dilakukan, pengemalian investasi dan risiko investasi tersebut. Untuk menganalisis keputusan investasi atau proyek investasi apakah ususlan investasi tersebut layak tau tidak, maka perlu memahami kosep aliran kas bukan konsep laba, karena laba yang dilaporkan dalam laporan keuangan belum tentu dalam bentuk kas.
2.Aliran Kas Dalam Investasi
       Keputusan investasi yang dilakukan apakah usulan investasi layak atau tidak didasarkan kepada aliran kas keluar (cash outflow) yang akan dikeluarkan dan aliran kas masuk (cash inflow) yang akan diperoleh dari investasi tersebut.
Ada 3 macam aliran kas dala suatu investasi :
1.      Initial Cashflow (Capital Outlays)
      Initial cashflow merupakan aliran kas yang berhubungan dengan pengeluaran kas pertama kali untuk keperluan investasi. Misalnya harga perolehan pembelian tanah, pembangunan pabrik, pembelian mesin, perbaikan mesin dan investasi aktiva tetap lainnya.



2.      Operating Cashflow (Cash Inflow)
      Operating cashflow merupakan aliran kas yang terjsdi selama umur investasi. Operating cashflow berasal dari pendapatan yang diperoleh dikurangi dengan biaya-biaya yang dikeluarkan. Operating Cashflow (cash inflow) biasanya diterima setiap tahun selam umur ekonomis investasi yang berupa aliran kas masuk bersih (proceeds). Besarnya proceeds terdiri dari dua sumber, yaitu laba setelah pajak ditambah dengan penyusutan aktiva (depresiasi).
      Dana yang digunakan untuk investasi aktiva tetap dapat berasal dari modal sendiri dan atau modal asing (hutang). Perbedaan sumber modal yang digunakan untuk investasi tersebut mempengaruhi perhitungan proceeds investasi yang bersangkutan.
Perhitungan proceeds dari kedua sumber modal tersebut adalah sebagai berikut:

a.       Proceeds investasi yang menggunakan modal sendiri :
Proceeds = Laba bersih setelah pajak + Depresiasi
 
  


b.      Proceeds investasi yang menggunakan modal sendiri dan hutang :
         Proceeds = Laba bersih setelah pajak+ Depresiasi + Bunga (1- Pajak)
 
                                                                                                                                                


3.      Terminal Cashflow
      Terminal cashflow merupakan aliran kas masuk yang diterima oleh perusahaan sebagai akibat habisnya umur ekonomis suatu proyek investasi. Terminal cashflow ini berupa nilai sisa (residu) dari aktiva dan modal kerja yang digunakan untuk investasi tersebut.

3.Metode Penilaian Investasi
      Pengambilan keputusan usulan suatu investasi didasrkan pada pertimbangan ekonomis. Secara ekonomis apakah suatu investasi layak atau tidak dapat dihitung dengan beberapa metoda penilaian atau kreteria penilaian investasi sebagai berikut :
1.      Metode Accounting Rate of Return (ARR)          4. Metobe Profitability Index (PI)
2.      Metode Payback Period (PBP)                             5. Metode Internal Rate of Return (IRR)
3.      Metode Net Present Value (NPV)
Contoh Kasus:
      PT. “KUMINTANG” merencankan suatu proyek nvestasi yang membutuhkan modal sebesar Rp 600.000.000,00 . Dari modal tersebut Rp 100.000.000,00 merupakan modal kerja dan sisanya merupakan modal tetap. Investasi diperkirakan memiliki umur ekonomis selama 5 tahun, nilai residu pada akhir umur ekonomis Rp 75.000.000,00. Penyusutan aktiva menggunakan metoda garis lurus. Struktur biaya yang dikeluarkan terdiri dari biaya variable sebesar 40% dari penjualan, biaya tetap selain penyusutan sebesar Rp 18.000.000,00 pertahun dan pajak penghasilan 30%. Tingkat keuntungan yang diharapkan dari proyek tersebut sebesar 15%. Proyeksi penjualan selama umur ekonomis adalah sebagai berikut :
Tahun 1       Rp 350.000.000,00                           Tahun 4      Rp 430.000.000,00
Tahun 2       Rp 360.000.000,00                           Tahun 5      Rp 450.000.000,00
Tahun 3       Rp 370.000.000,00
     Berdasarkan data tersebut diatas buatlah analisis kelayakan proyek dengan menggunakan ke 5 metoda penilaian investasi  ?.
Penyelesaian Kasus:
Modal Tetap = Total Investasi – Modal Kerja
Modal Tetap = Rp 600.000.000,00 – Rp 100.000.000,00 = Rp 500.000.000,00
Penyusutan/Tahun   = (Modal Tetap – Nilai Residu) : Umur Ekonomis
Penyusutan/Tahun   = (Rp 500.000.000,00 – Rp 75.000.000,00) :  5  = Rp 85.000.000,00

Perkiraan laba bersih proyek (dalam ribuan rupiah) selama 5 tahun, sbb:
Keterangan
Tahun 1             
Tahun 2
Tahun 3
Tahun 4
Tahun 5
Penjualan
Biaya Variabel (40%)
Biaya Tetap
Biaya Penyusutan
Total Biaya
Laba sbl pajak
Pajak 30%
350.000
140.000
  18.000
  85.000
243.000
107.000
  32.100
360.000
144.000
  18.000
  85.000
247.000
113.000
  33.900
370.000
148.000
  18.000
  85.000
251.000
119.000
  35.700
430.000
172.000
  18.000
  85.000
275.000
155.000
  46.500
450.000
180.000
  18.000
  85.000
283.000
167.000
  50.100
Laba Bersih
  74.900
  79.100
  83.300
 108.500
 116.900

Perkiraan cash inflow selama umur ekonomis proyek (dalam ribuan rupiah) sbb :
Keterangan
Tahun 1
Tahun 2
Tahun 3
Tahun 4
Tahun 5
Laba Bersih Proyek
Penyusutan
Nilai Residu
Modal Kerja
   74.900
   85.000


   79.100
   85.000
   83.300
   85.000
 108.500
   85.000
  116.900
    85.000
    75.000
  100.000
Proceeds
 159.900
 164.100
 168.300
 193.500
  376.900

Tidak ada komentar:

Posting Komentar